Tips Melatih Life Skill Pada Anak Berkebutuhan Khusus

By Suzanna Juwita - September 20, 2021
Tips Melatih Life Skill Pada Anak Berkebutuhan Khusus

Menjadi orangtua yang memiliki anak-anak yang berkebutuhan khusus memang tidak mudah. Ada tantangan tersendiri yang perlu dihadapi, mulai dari pemberian perhatian khusus, program terapi dan penanganan, maupun pendidikan khusus bagi anak-anak. 

Meskipun begitu, jangan berkecil hati Bapak dan Ibu, tetaplah berjuang, berusaha sekuat tenaga untuk membimbing dan membesarkan anak-anak, mendukung dan mendampingi mereka melewati setiap tahapan perkembangannya. Bagaimana pun keadaan dan kondisinya saat ini, setiap anak merupakan anugerah Tuhan, yang dipercayakan dalam pengasuhan para orangtua hebat yang istimewa seperti Anda. 

Salah satu kekhawatiran terbesar yang dialami oleh Para orangtua yang memiliki anak-anak dengan kebutuhan khusus umumnya mengkhawatirkan masa depan dan kelangsungan hidup anak-anak dengan kebutuhan khusus ini, ketika kelak orangtuanya sudah tidak ada lagi di sisi mereka. 

Life skill merupakan salah satu kemampuan yang perlu diajarkan dan dilatihkan kepada anak sedini mungkin, sesuai dengan usia dan kemampuan anak, agar kelak mereka dapat hidup dengan mandiri. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tips mengenai cara melatih life skill pada anak berkebutuhan khusus.

Berikut tips melatih life skill pada anak berkebutuhan khusus yang dapat dipraktikkan, antara lain:

1. Menggali dan mengenali kemampuan anak

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran keseluruhan mengenai hal-hal yang mampu dan tidak mampu dilakukan oleh anak. Untuk mengetahui kemampuan anak, orangtua dapat memberikan kesempatan pada anak untuk bereksplorasi, mencoba melakukan suatu ketrampilan tertentu atau biasa dikenal dengan istilah learning by doing. Dengan demikian maka, anak akan belajar langsung dari pengalaman-pengalamannya namun tetap perlu didampingi orangtua, sehingga tingkat kesulitan tugas yang diberikan pun dapat disesuaikan.

 2. Materi yang disampaikan harus spesifik 

Setelah mengetahui kemampuan anak, orangtua dapat membuat daftar kegiatan yang ingin dilatihkan secara spesifik. Daftar kegiatan yang dibuat dapat berupa aktivitas pribadi anak misalnya; makan, mandi, berpakaian, atau aktivitas sehari-hari di rumah seperti memasak, menyapu atau mencuci piring

3. Membuat Jadwal Harian

Libatkan anak untuk membuat jadwal harian, pembuatan jadwal harian mengenai aktivitas anak ini perlu dilakukan agar anak dapat mengetahui dan merencanakan kegiatan yang akan dilakukan selama satu hari dengan lebih teratur dan efektif.

Jadwal harian harus dibuat secara spesifik misalnya pk.06.00-06.30 anak merapikan tempat tidur, 06.30-07.00 anak mandi pagi, 07.00-08.00 anak menyiapkan meja makan untuk sarapan, begitu seterusnya hingga seluruh aktivitas anak selesai dilakukan pada hari tersebut.

4. Konsisten dan Berkelanjutan

Jika anak sudah berhasil mencapai target dalam latihan life skillnya maka orangtua dapat menaikkan target pembelajaran secara bertahap. Tetaplah konsisten dalam latihan, dan bersabar dalam mendampingi anak.

5. Memberikan Apresiasi Pada Anak

Di akhir hari setelah anak selesai melakukan serangkaian aktivitas, orangtua dapat memberikan hadiah atau reward bagi anak. Bentuk apresiasi yang diberikan oleh orangtua dapat berupa pujian, sentuhan fisik berupa pelukan, dan lain-lain. Bila memungkinkan, upayakan tidak memberikan hadiah dalam bentuk barang. Selain itu, apresiasi kepada anak juga dapat diberikan bukan hanya ketika anak berhasil mencapai target yang diberikan saja, namun juga ketika anak masih mau berusaha mencoba kembali meskipun sebelumnya ia pernah mengalami kegagalan.

Referensi:

Important life skills to teach your child with special needs. (2018). Diunduh dari: www.parentingspecialneeds.org

Teaching skills to children with disability: Practical strategies. (2020). Diunduh dari: www.raisingchildren.net.au