Meningkatkan Fokus Anak Melalui Permainan

By Suzanna Juwita - December 31, 2021

Bagi orang dewasa kegiatan bermain dilakukan untuk tujuan reakreasi, bersenang-senang, dan mencari hiburan setelah menjalani serangkaian aktivitas yang melelahkan. Sementara, bagi seorang anak bermain adalah dunia mereka; cara mereka berekspresi dan belajar. Melalui kegiatan bermain anak-anak dapat mempelajari berbagai hal. Selain meningkatkan kondisi suasana hati (mood) anak, bermain juga melatih perkembangan kognitif, fisik, sosial, dan emosionalnya. Lewat bermain, anak menjadi lebih aktif dan lebih berkonsentrasi saat belajar. Ada beberapa permainan yang dapat melatih konsentrasi anak:


Mencocokkan kartu atau gambar

Salah satu cara meningkatkan konsentrasi melalui permainan yaitu dengan mengajak anak mencocokkan kartu atau gambar. Permainan ini akan mendorong anak untuk menghafal visual gambar kemudian mencari pasangannya. Selain melatih fokus, permainan ini juga dapat membantu melatih daya ingat anak.


Menyusun balok

Selanjutnya adalah permainan menyusun balok. Saat ini ada banyak sekali jenis balok di pasaran yang bisa digunakan anak bermain, ada yang bisa membentuk hewan, rumah, atau karakter tertentu. Ibu dan Ayah juga bisa menggunakan permainan seperti ini  sebagai latihan konsentrasi anak, membuat anak fokus dengan menyusun satu per satu bagiannya menjadi bentuk tertentu.


Bermain puzzle

Menyusun puzzle juga bisa jadi pilihan cara meningkatkan konsentrasi pada anak. Menyusun satu demi satu potongan gambar akan melatih fokus dan daya ingat anak. Biasanya permainan ini tidak akan berjalan lancar hanya dalam satu kali main. Oleh karena itu, orangtua perlu membimbing anak bagaimana cara menempatkan potongan puzzle di tempatnya. Pilih juga puzzle dengan gambar menarik dan penuh warna supaya anak lebih tertarik menyelesaikannya.


Bermain Congklak

Congklak atau dhakon merupakan permainan untuk 2 orang atau lebih. Inti permainan ini adalah mengisi setiap lubang pada papan congklak dengan biji-bijian satu persatu, tanpa boleh terlewat atau terisi lebih dari satu. Bermain congklak juga membutuhkan pemahaman dasar berhitung, logika, dan aturan permainan. Bukan hanya itu, melalui bermain congklak anak juga dapat belajar berstrategi untuk mengalahkan lawan. Permainan ini dilakukan secara bergiliran sampai semua biji-bijian yang ada habis. Pemenang permainan congklak adalah pemilik biji-bijian terbanyak pada akhir permainan.


Permainan pesan berantai

Permainan ini setidaknya membutuhkan tiga orang peserta. Orangtua dapat mengajak seluruh anggota keluarga untuk berpartisipasi dan bermain bersama. Pertama-tama, bisikkan sebuah kalimat kepada anak yang berada di posisi paling ujung. Minta dia untuk membisikkan kembali kalimat tersebut ke teman di sebelahnya. Terakhir, minta temannya untuk mengatakan kalimat yang dibisikkan secara lantang. Bila jawaban mereka benar, mereka bisa menerima hadiah sederhana. Lakukan secara bergantian. Selain meningkatkan kemampuan konsentrasi dan fokus anak, bermain bersama juga dapat mendekatkan hubungan antara orangtua dan anak.


Menebalkan garis putus-putus atau menghubungkan titik-titik

Melalui permainan ini, anak dapat meningkatkan konsentrasi dan melatih kemampuan motorik halusnya. Ketika menebalkan garis putus-putus anak perlu memastikan tidak ada urutan yang terlewat. Orangtua dapat membeli atau mencetak sendiri berbagai lembar kerja anak yang berisi aktivitas connecting dots. Upayakan memilih gambar yang menarik perhatian anak mulai dari gambar hewan, alat transportasi, atau gambar lain sesuai kesukaan anak. Selain itu, Ibu atau Ayah juga bisa membuat sendiri garis putus-putus di kertas dan minta anak untuk mengikutinya menggunakan spidol.


 Memasukkan bola Ke keranjang

Carilah tempat yang luas dan memungkinkan anak leluasa bergerak. Kemudian, letakkan keranjang atau ember bersih dengan jarak satu meter dari tempatnya berdiri. Berilah contoh padanya cara melempar bola hingga bisa masuk ke dalam keranjang atau ember. Lalu, minta dia untuk mencoba hingga berhasil memasukkan bola ke keranjang.  Tingkat kesulitan tugas juga bisa divariasikan sesuai usia anak. Kemudian, hitung berapa bola yang berhasil masuk dan tidak.


Recent posts
By Meliora Consulting and Learning Academy - January 18, 2022
By Meliora Consulting and Learning Academy - January 17, 2022
By Suzanna Juwita - January 14, 2022
By Meliora Consulting and Learning Academy - January 13, 2022
By Meliora Consulting and Learning Academy - January 12, 2022
By Meliora Consulting and Learning Academy - January 11, 2022
By Meliora Consulting and Learning Academy - January 10, 2022