Mengapa Anak Sulit Mempertahankan Konsentrasi dan Fokusnya?

By Suzanna Juwita - December 17, 2021
Mengapa Anak Sulit Mempertahankan Konsentrasi dan Fokusnya?

Fokus dan konsentrasi merupakan bagian dari kemampuan berpikir yang berkaitan dengan bagaimana seorang anak menjaga perhatiannya pada suatu hal aau kegiatan sampai selesai. Sebenarnya, setiap anak memiliki rentang waktu konsentrasi yang berbeda-beda tergantung usianya. Umumnya rentang perhatian yang wajar diharapkan pada seorang anak adalah dua hingga tiga menit per tahun usia mereka. Jadi, misalnya anak berusia 2 tahun, berarti rentang perhatiannya berkisar antara 4 sampai 6 menit. Itulah periode atau durasi di mana anak umumnya mampu mempertahankan fokusnya pada tugas yang diberikan atau aktivitas yang dilakukan.

Berikut rentang fokus anak berdasarkan usia, seperti dikutip dari laman Brain Balance Achievement Centers:

  • Usia 2 tahun: 4 sampai 6 menit;
  • Usia 4 tahun: 8 sampai 12 menit;
  • Usia 6 tahun: 12 sampai 18 menit;
  • Usia 8 tahun: 16 sampai 24 menit;
  • Usia 10 tahun: 20 sampai 30 menit;
  • Usia 12 tahun: 24 sampai 36 menit;
  • Usia 14 tahun: 28 sampai 42 menit; dan
  • Usia 16 tahun: 32 sampai 48 menit.


Kemampuan anak untuk berkonsentrasi juga kerap dipengaruhi oleh berbagai faktor. Ada beberapa hal yang menyebabkan anak kesulitan mempertahankan fokus dan konsentrasinya.


Suasana yang terlalu ramai atau bising

Suasana yang terlalu ramai atau bising karena adanya suara-suara TV, radio, atau mainan-mainan anak yang berserakan di dekatnya dapat menurunkan konsentrasi anak. Oleh karena itu, orangtua perlu menyediakan tempat dan suasana yang kondusif agar anak lebih nyaman belajar. Ruang belajar dan suasana belajar merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua. ketika anak sedang berusaha berkonsentrasi pada sesuatu. Sebisa mungkin ciptakan suasana yang tenang.


Kurang tidur

Mungkin terlihat sepele, namun kurang tidur bisa menjadi masalah yang membuat anak sulit untuk fokus. Mengapa? Karena saat bangun di pagi hari anak masih merasa lelah dan mengantuk, sehingga dia menjadi kurang fokus saat belajar. Oleh karena itu, harus memperhatikan dengan baik jam tidur anak. Pastikan dia cukup tidur, sehingga saat bangun keesokan harinya, tubuhnya terasa segar.


Stress dan cemas

Stres dan kecemasan juga bisa menjadi faktor penyebab anak sulit untuk fokus.  Ketika anak-anak melewati situasi yang penuh tekanan, seperti tugas sekolah yang menumpuk, masalah dengan teman, dan lain-lain juga suasana hati (kondisi mood anak) berdampak pada kemampuan fokusnya. Oleh karena itu, orangtua perlu peka terhadap perubahan perilaku dan suasana hati anak. Orangtua dapat pula memberikan dukungan emosional kepada anak dengan cara memeluk, mengusap punggung, memberikan kata-kata penyemangat atau jika memungkinkan, ajak anak mendiskusikan pemikiran dan perasaannya.


Terlalu lama terpapar gadget

Di era digital sekarang ini, banyak anak yang hidup dengan dikelilingi berbagai peralatan elektronik, mulai dari TV, tablet, komputer, atau ponsel. Padahal terlalu sering terpapar alat elektronik selama berjam-jam dalam sehari dapat menurunkan kemampuan fokus dan konsentrasi anak.  Ironisnya lagi, banyak anak sudah menggunakan gadget bahkan sebelum masuk usia sekolah. Oleh karena itu, orangtua perlu bijak untuk membatasi screen time bagi anak. Sebagai alternatifnya, sediakan alternatif sarana bermain yang lebih “ramah” anak seperti buku, alat tulis, atau media menggambar.


Mengalami gangguan tumbuh kembang atau kesulitan belajar

Jika anak terus-terusan mengalami distraksi, orangtua perlu memperhatikan apakah ia mengalami gangguan tumbuh kembang atau kesulitan belajar. Pada beberapa kasus, anak-anak yang sulit fokus,  ternyata memiliki gangguan tumbuh kembang atau mengalami kesulitan belajar seperti gangguan pemusatan perhatian atau dikenal dengan istilah ADD atau ADHD, atau mengalami kesulitan belajar spesifik seperti disleksia atau diskalkulia yang membuat anak kesulitan memahami materi pelajaran yang disampaikan guru. Jika demikian, maka segeralah mencari bantuan profesional seperti dokter anak, psikolog atau terapis untuk berkonsultasi lebih lanjut dan dapat melakukan deteksi dini.

Seiring bertambahnya usia maka diharapkan rentang konsentrasi anak akan semakin panjang. Kemampuan fokus yang baik akan memungkinkan anak melakukan tugas tanpa terdistraksi oleh berbagai hal. Kemampuan ini adalah salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki anak, khususnya ketika anak sudah berada di usia sekolah agar dapat mengikuti proses pembelajaran dan mengoptimalkan potensinya di sekolah.


Recent posts
By Meliora Consulting and Learning Academy - April 4, 2022
By Meliora Consulting and Learning Academy - April 1, 2022
By Meliora Consulting and Learning Academy - March 31, 2022
By Meliora Consulting and Learning Academy - March 30, 2022
By Meliora Consulting and Learning Academy - March 29, 2022
By Meliora Consulting and Learning Academy - March 28, 2022
By Meliora Consulting and Learning Academy - March 25, 2022